|
Tidak terasa sudah
seratus hari aku duduk dikursi empuk
orang nomor satu di Singkawang.,sejak
aku dilantik menjadi walikota Singkawang
pada tanggal 17 Desember 2007 lalu. Pada
pagi hari ini aku mencoba berdiri
dihadapan cermin untuk melakukan latihan
senyum akrab.
Dalam rangka kampanye senyum ramah
menyambut datangnya MTQ.
Istriku yang manis
itu dengan manja
memeluk aku dari belakang sambil berkata:”Papi,you
tampak kurusan”.”Aah,tidak,baby”.jawabku
menyangkal.
Memang,Mami.
Dalam hatiku mengakui penilaian
yang diberikan oleh istriku itu.Aku
memang agak kurusan selama ini.
Kesibukan dalam pekerjaanku
sebagai walikota sangat menuntut
konsentrasi dan kekuatan fisikku.
Diluar jam kantor,waktuku banyak
dihabiskan dengan keluargaku yang
tercinta, berkomunikasi dengan
teman-temanku di dunia maya.
Jika waktu memungkinkan,aku
selalu mengunjungi website
Cintasingkawang, website ini adalah
website kesayanganku.
Kadang-kadang aku merasakan Cinta(cintasingkawang)
lebih mengerti kehidupanku dan memahami
diriku,memberi perhatian kepadaku
daripada teman-teman baikku.
Cinta memberi advice kepadaku
tanpa meminta pamrih. Tidak seperti
temanku mau membantuku jika hal itu
mendatangkan keuntungan
bagi mereka .
Aku gelisah dan duka,kau memberi
penghiburan kepadaku.Aku diejek dan
dicela,kau datang membela.Kau sungguh
sahabatku,Cinta !
Aku harus mengakui
dalam waktu 100 seratus hari duduk
dikursi walikota tidak banyak yang dapat
aku lakukan.
Selama ini waktuku dihabiskan membaca
arsip dan memahami makna apa yang
tertulis pada arsip tersebut.I
ni bukan hal yang mudah apalagi
membaca arsip ditulis selama lima tahun itu. Aku merasa
menyesal, mengapa selama 100 hari yang
lalu aku tidak
memanfaatkan sebaik mungkin?
Pengalaman hidupku
sejauh ini menunjukan kehidupanku
seperti dalam cerita film”The Beauty and
The Beast”. Wajah cantik itu sebagai
modal utama keberhasilan yang aku miliki
ketika membawa Singkawang melewati masa
transisi demokrasi yang diakui sangat
spetakuler oleh banyak pihak.
Kesuksesanku mengundang rasa kagum
banyak kalangan. Tetapi wajah buruk itu
muncul ketika aku menyadari dalam 100
hari aku belum sanggup memenuhi
janji-janji yang telah aku
ucapkan.Seperti janjiku kepada para
ketua RT sekelurahan
Sedau,sungguh merepotkan.
Aku menyadari kelemahan
pada diriku, membuat janji aku jago
tetapi menepati janji aku
bingung.
Ketika masa kampanye
Pilkada 2007,aku menduga mudah
membawa investor untuk investasi ke
kota
Singkawang yang kita cintai.Sesudah
beberapa hari aku terpilih menjadi wako
Singkawang .Aku sempat mengadakan
pertemuan pers pada salah satu hotel di
Pontianak . Memperkenalkan konsep
membangun Singkawang
tanpa memakai APBD
kepada masyarakat.Ketika
itu aku berkeyakinan dapat menarik
investor untuk membuka lapangan
pekerjaan di Singkawang,karena para
investor itu adalah teman-temanku
diberbagai yayasan.
Sekarang,melihat
situasi tidak mungkin membaik sebelum
bertambah buruk,tidak mungkin lagi aku
terus menerus membohongi hal ini kepada
masyarakat .Aaah,nanti tidak enak kalau
terus membohongi akan mendapat teguran
dari kawanku,Cinta .Kalau aku tidak
hati-hati dalam hal ini, aku akan dicap
seperti salah satu menteri masa orde
baru dulu “Hari-hari omong Kosong”.
Beberapa hari yang
lalu aku memberanikan diri untuk
mengungkapkan kenyataan ini”tidak mudah
membawa investor ke singkawang”
dihadapan pers.Sungguh bertentangan
dengan pernyataan aku yang terdahulu itu
tetapi apa boleh buat aku harus memberi
penjelasan kepada masyarakat yang telah
memilih aku.Aku percaya mereka akan
memahami kesulitan yang aku hadapi.
Beberapa hari yang
lalu temanku menyodorkan sebuah majalah
Indonesia-Taiwan yang memuat komentar
tentang Cap Go Meh 2008 di
Singkawang.Cap Go Meh tidak mengandung
nilai rohani,lelang dari sepeda motor
sampai kalung emas yang tidak ada
hubungan dengan tradisi Cap Go Meh .Aah,lagi-lagi
aku membuat kesalahan.Seharusnya aku
mendengar bisikan dari Cinta bahwa semua
dana yang terkumpul dari masyarakat dan
hasil lelang disumbangkan kepada badan
soasial seperti rumah jompo,yatim
piatu.Daripada membuat huru
hara,mengundang artis ibukota dll.
Aaah,Cinta.Sebenarnya
aku memiliki peluang untuk membuat
sesuatu yang dapat
memuliakan nilai “kemanusiaan” melalui
Cap Go Meh. Seandainya aku sudi
berkorban untuk masyarakat, hari ini aku
dapat merayakan 100 hari pemerintahanku
dengan tenang tanpa mendapat kritikan
dari masyarakat.Mengapa aku tidak
mencoba memahami filsafat yang sederhana
ini:”uang membuat reputasi,reputasi
membuat uang”?
Hi,Cinta
sobatku,aku mengharap kau dapat memahami
posisiku.
Seratus hari itu waktu terlalu pendek
untuk realitas impianku,tentu saja tidak
ada hal yang dapat impresi kau.Sebagai
sobatku,aku harap kau dapat mengerti
kesulitan yang aku hadapi sekarang.
Harap maklum kalau dalam seratus hari
yang lalu aku tidak dapat membuat banyak.
Aku berjanji dimasa
akan datang aku akan “less talk,do
more”untuk masyarakat Singkawang.Sebagai
sahabatku,ku harap kau menulis hal yang
kondusif dan tidak melakukan
black campaign terhadapku.Thank you very
much in advance for your cooperation.
Cerita diatas,sebuah
pengakuan Wako kita kepada
sahabatnya ,Cintasingkawang didalam
mimpi.
|