Demontrasi pada tanggal 01 Juni 2010

01Juni 2010

Komentar:

Pada pagi hari suasana kota Singkawang dan sekitarnya dalam keadaan  aman dan tidak ada tanda pengumpulan massa untuk kegiatan demontrasi. Tetapi  kota Singkawang kedatangan orang orang yang tidak dikenal( bukan warga setempat).

Tidak seperti biasanya beberapa jalur masuk ke kota Singkawang dijaga ketat dengan dilengkapi water canon antara lain Singkawang Selatan dan Singkawang utara,rumah kediaman Walikota Singkawang juga dijaga ekstra ketat .

Sementara itu di Mapolda Kalbar di Pontianak juga dilakukan pertemuan tertutup  antara Brigjen Erwin Tobing dengan Ketua MABM Chairil Effendy untuk mencari solusi membahas suhu politik yang sedang memanas di Singkawang.  

Ketika menjelang sore hari sudah ada tanda –tanda pengumpulan massa di lokasi sekitar patung naga. Sekitar jam empat sore massa mengadakan demontrasi di depan rumah Bong Nie Thiam alias Bong Li ( Benny Setiawan) pengusaha perhotelan dan walet di Singkawang. Sebagaimana sudah kita ketahui Bong Li  adalah penggagas  tunggal patung naga di persimpangan Jalan Kepol Mahmud - Jln Niaga. Menurut arsip catatan Cintasingkawang ada beberapa orang sebagai pencinta patung naga yaitu Hasan Karma, Iwan Gunawan, Budiman,dan para  penggemar malu-malu kucing seperti Kenny Kumala dan konco-konconya dari Kaliber seperti anak tetangga  Pak Hasan Karman, A Loy. Sayangnya Pak Iwan Gunawan dan Pak Budiman bertobat dulu; sadar akan resiko jika terus memuja patung naga . Kedua mantan penggemar berat patung naga itu pada hari ini rumahnya tidak kebagian demontrasi, sedang para penggemar malu-malu kucing entah dimana keberadaan posisi mereka mungkin takut amuk massa barangkali begitulah komentar warga Singkawang saat ini.

Sedang tokoh “unik” yaitu Pak Bong Li  sampai sore ini ketika berita ini ditulis tidak diketahui keberadaannya menurut beberapa narasumber CintaSingkawang mungkin di rumah Pos “II” nya di Teluk Suak atau malah mungkin kabur ke kota lain sedang istri (Pos I) dan anak-anaknya sudah terdeteksi berada di Singapura sejak menerima surat ancaman dari FPI. Ketika Cinta menghubungi hpnya(081257XXX88) tidak diangkat, mungkin Pak Bong  Li sedang shock kedatangan pada demonstran ke rumahnya dikira pada crew TV yang datang untuk  interview tentang patung naga kesayangannya. Mohon dimahlumi Pak Bong Li ini memiliki kesenangan lain yaitu senang disorot oleh televisi.

Masalah makalah dan patung naga ini tidak akan selesai jika Pak Hasan “Karma” tidak mengambil keputusan secara politis dengan bijak maka  karier politik Pak Hasan Karma akan segera berakhir sebagai walikota Singkawang. Karena masyarakat sudah tidak percaya dan tidak memiliki keyakinan terhadap kemimpinan Hasan Karma lagi. Kalau Beliau bertahan  pada posisi sekarang kota Singkawang tidak akan pernah tentram bahkan akan mempengaruhi kota-kota lain di seluruh kawasan  Singbebas.

Permasalahan bukan hanya permintaan maaf kepada komunitas Melayu Sambas akan dapat menyelesaikan akar dari masalah ini. Rasa bersalah harus disertai sebuah hukuman. Singbebas sebagai daerah multi etnis harus memiliki satu standar  sanksi moral untuk pejabat di daerah ini bagi  siapa saja (dari etnis mana saja) apabila menyatakan statemen rasis(kebencian terhadap etnis di daerah  ini) atau SARA secara terbuka dan menimbulkan masalah sosial maka yang bersangkutan harus  diminta mengundurkan diri. Pejabat seperti itu harus out dari kepimpinan di daerah ini.

Pada situasi krisis politik seperti  sekarang hanya ada dua pilihan untuk Pak Hasan Karma yaitu mengundurkan diri atau bertahan  dan apa konsekwensinya jika memilih salah satu dari pilihan sulit ini.

Jika Hasan “Doktol” Karma memilih mengundurkan diri:

-Menyatakan bersalah, meminta maaf kepada komunitas Melayu Sambas

-Menyatakan mengundurkan diri.

 Keuntungan:

-Mendapat simpati masyarakat: sebagai seorang warganegara yang bertanggungjawab terhadap publik.

-Akan dimaafkan dari permasalahan pribadi( karena bukti benar minta maaf ditandai  kehilangan jabatan(kerugian)-jangan di mulut minta maaf tetapi masih tetap ngotot duduk di kursi walikota. )

-Hemat biaya sosial dan hemat biaya keamanan.

 Kerugian:

-Kehilangan sebuah kursi empuk KB 1 C

Jika HK memilih bertahan pada posisi sekarang:yaitu keuntungan tetap memilik pekerjaan

Kerugian:

HK akan mengeluarkan biaya banyak untuk keamanan dan harus menanggung sendiri ( biaya ini tidak bisa disharing dengan pihak pengusaha walet  karena Pak HK sudah ditinggalkan oleh Pak Iwan dan Pak Benny).Masalah keamanan tidak akan memberikan garansi seperti apa yang akan diharapkan oleh Pak HK.

-Masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintahan Pak Hasan “Nyontek” Karman

-Publik akan meminta pertanggungjawaban jika terjadi sesuatu yang menyangkut keamanan kepada Hasan Karma.

-Pemerintahnya tidak akan efektif lagi menjalankan program-program Spektakulernya

- Akan terjadi instabilatas politik kawasan se Kalbar.

Menurut info yang diterima CintaSingkawang komunitas Tionghoa Singkawang sedang mempersiapkan sebuah gerakan besar-besaran jika beberapa hari ini Pak Hasan Karman tidak merespond keresahan masyarakat dan cenderung mempertahankan jabatannya.Ketika Cinta menghubungi Pak Chai Ket Khiong, Beliau mengakui sudah dihubungi banyak pihak untuk  mempersiapkan diri untuk event tersebut.

 

 

 

CintaSingkawang, 01Juni 2010